Rabu, 20 April 2011

ANALISIS PUISI

우기

번번이 출구가 막힌다
푸른 하늘을 보여주다가도
게릴라처럼 폭우로 공격해오는 비

위에서 떨어지지만 그가 노리는 것은
머리가 아니다
내 발과 정강이다

아예 가두자는 것이다, 이 축축한 방에
온갖 미생물이 번식하기에
최적의 상태로 만들자는 것이다

적당히 습하고 적당히 따뜻해지면
그리고 적당한 무기력이 스며들면
대기에 떠다니던
굶주린 잡균들이 달라붙는다
내 몸 속에
교미를 하고 새끼를 낳고 싸움을 벌인다

그리하여
우기가 끝나면 사바나의 초원처럼
나는 사막이 되는 것이다



Musim Hujan

Jalan itu dapat tertutup kapanpun
mencoba memperlihatkan langit yang biru
namun hujan menderu bak gerilya

Jatuh di atas permukaan seperti mengincar sesuatu
bukan kepala
namun kaki dan tulang keringku

Berawal di sudut itu, di ruang lembab ini
setiap mikroorganisme membiak
menjadikan segalanya serasi

Walaupun lembab namun hangat
ketidakberdayaan menghujam
terombang-ambing dalam atmosfer
berbagai kuman yang lapar melekat
di dalam tubuhku
mereka bersetubuh, membiak, dan mulai menggerogotiku

Sehingga
jika musim hujan berakhir seperti padang rumput sabana
aku akan menjadi gurun pasir


Lapis Suara
·       Bait pertama
Asonansi   : ㅏ,ㅡ=>출구가 막힌다 (baris1), 푸른 하늘을보여주다가도(baris2)
Aliterasi     : ㄹ => 푸른 하늘을 (baris2), 게릴라처럼 폭우로 (baris3)

·       Bait kedua
Asonansi   : ㅣ => 위에서 떨어지지만 그가 노리는 (baris1)
Aliterasi     : ㄱ =>그가 노리는 것은(baris1)

·       Bait ketiga
Asonansi   : ㅣ,ㅏ=> 아예 가두자는 것이다, 이 축축한 방에 (baris1), 온갖 미생물이 번식하기에 (baris2)
Aliterasi     : ㅅ => 온갖 미생물이 번식하기에 (baris2)

·       Bait keempat
Asonansi   : ㅓ,ㅣ,ㅏ => 적당히 습하고 적당히 따뜻해지면(baris1), 굶주린 잡균들이 달라붙는다 (baris4)
Aliterasi    : ㄷ,ㅈ,ㄱ => 적당히 습하고 적당히 따뜻해지면(baris1), 교미를 하고 새끼를 낳고 싸움을 벌인다(baris6)

·       Bait kelima
Asonansi   : ㅏ => 우기가 끝나면 사바나의 (baris2), 나는 사막이 되는 것이다 (baris3)
Aliterasi     : ㄱ => 우기가 끝나면(baris2)

Lapis Arti
          Dalam bait pertama, si aku merasa terjebak dalam sebuah tempat yang jalan keluarnya entah ada dimana. Walaupun langit terlihat biru tapi hujan yang turun terlalu deras (lebat) sehingga diibaratkan seperti perang gerilya.
Bait kedua menunjukkan ada suatu hal yang jatuh, entah benda atau peristiwa, lalu menimpa aku di bagian kakinya.
          Dalam bait ketiga, di ruangan itu, tempat dimana aku berada, banyak terdapat mikroorganisme yang berkembang biak. Serasi di dalam bait ketiga ini mengarah pada kehidupan mikroorganime yang berkembang biak dengan baik karena sesuai dengan ruangannya yang lembab.
          Bait keempat menunjukkan walaupun ruangan itu lembab, tapi si aku merasa ada kehangatan didalamnya. Kemudian si aku yang merasa tidak bersemangat terbawa oleh suasana di dalam ruangan itu. Kuman-kuman yang menempel di tubuhnya membiak dan bertambah lalu satu persatu mereka mulai menggangu si aku.
          Dalam bait kelima, bagi si aku, ketika musim hujan berakhir maka akan menjadi suatu padang rumput yang luas dan si aku berubah menjadi hampa (mati) seperti padang pasir.
          Sesungguhnya puisi ini hanya sebuah kiasan. Makna sebenarnya puisi ini, si aku adalah orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Musim hujan diibaratkan sebagai kehidupan si aku, ketika “musim hujan” berakhir dia akan berubah menjadi “padang pasir” atau meninggal. Penyakit ini menyerang kakinya sehingga dia menjadi lumpuh dan membuat kehidupan si aku yang tadinya baik-baik saja berubah menjadi sangat sulit.

Lapis Ketiga
          Lapis ketiga berupa objek-objek yang dikemukakan, latar, pelaku, dan dunia pengarang. Objek-objek yang ditemukan antara lain: 출구 ‘jalan keluar’, 푸른 하늘 ‘langit biru’, 머리 ‘kepala’, 발 ‘kaki’, 정강이 ‘tulang kering’, 가두 ‘sudut’, 미생물 ‘mikroorganisme’, 잡균 ‘kuman’, 초원 ‘padang rumput’, 사막 ‘gurun pasir’. Pelaku atau tokoh : si aku. Latar waktu : ketika musim hujan.
          Dunia pengarang : ketka pengarang menulis puisi ini mungkin dia adalah orang yang lumpuh. Awalnya kehidupan baik-baik saja, seperti langit biru, hingga pada ahirnya dia menderita sebuah penyakit yang membuatnya merasa putus asa, tidak memiliki jalan keluar, dari masalahya ini. Pada bait kedua diutarakan penyakitnya ini menyerang bagian kaki dan tulang keringnya, bukan kepala atau bagian tubuh lain. Dan pada bait ketiga dan keempat disebutkan penyakitnya semakin bertambah parah bagaikan mikroorganisme atau kuman yang berkembangbiak dan lama-lama menggerogoti tubuhnya. Lalu pada bait kelima, si aku akan meninggal ketika penyakitnya semakin parah.

Lapis Keempat
          Dipandang dari sudut pandang tertentu, terlihat bahwa si aku ini sangat menderita bahkan putus asa karena penyakitnya, terlihat dari bait pertama si aku merasa sudah tidak ada jalan keluar agar dia sembuh dari penyakitnya ini. Pada bait kedua, menjelaskan bahwa penyakitnya menyerang bagian kaki. Sedangkan bait ketiga dan keempat menerangkan tentang pertumbuhan penyakitnya yang semakin lama semakin parah sehingga pada akhirnya dia akan meninggal ketika penyakitnya sudah menguasai tubuh dan kehidupannya, ini pada bait kelima.

Lapis Kelima
          Puisi ini menunjukkan sebuah siklus kehidupan yang berputar. Ada kalanya manusia hidup diatas namun ada kalanya manusia hidup di bawah. Kadang senang lalu sedih, kadang miskin lalu kaya, kadang sehat lalu sakit, kadang menderita lalu bahagia, itulah roda kehidupan manusia yang berputar. Pada intinya, manusia haruslah tetap bersyukur,berusaha, berdoa dan berserah diri pada Tuhan.















Rabu, 13 April 2011

KETIKA BINATANG DIJADIKAN JUDUL FILM

Perfilman Indonesia  sempat memiliki sejarah gemilang di tanah air pada tahun 80-an, dimana  banyak film Indonesia yang merajai bioskop-bioskop lokal. Pada tahun 90-an, perfilman Indonesia memasuki masa suram. Hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema yang khusus orang dewasa dengan adegan menyerempet. Film Indonesia tersingkir dari bioskop-bioskop, digantikan oleh Film-film  Hollywood dan Hong Kong. Namun Indonesia patut berbangga karena pada awal tahun 2000an perfilman Indonesia mulai bangkit kembali.
Film Indonesia sekarang ini mulai mendapatkan perhatian masyarakat dan diminati dari berbagai macam kalangan, anak-anak, remaja maupun dewasa. Selain itu, kreatifitas para sineas film pun mulai muncul dengan hadirnya berbagai nuansa baru dalam penceritaan film, dimulai dari kisah percintaan, persahabatan, horor, dunia pendidikan, dan lain sebagainya. Keberagaman ini dirasa cukup membanggakan apabila dibandingkan film-film tahun 80an dan 90an yang ceritanya hanya bekisar pada masalah percintaan, mitos-mitos, dan perjuangan. Seiring perkembangan jaman dan teknologi, film-film Indonesia sudah meninggalkan cerita-cerita yang berhubungan dengan mitos dan kini beralih ke cerita-cerita yang sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat jaman sekarang.
Ada berbagai macam faktor yang menentukan keberhasilan sebuah film, misalnya aktor dan aktrisnya, sutradara dan produser, jalan cerita, latar tempat, dan lain sebagainya. Namun dari semua itu ada hal yang tak kalah penting, yaitu judul. Judul film dapat dikatakan sebagai salah satu faktor keberhasilan film, karena jika judul filmnya menarik maka akan menarik perhatian orang dan membuatnya ingin menonton film tersebut.
Sebuah judul suatu artikel dapat memberikan gambaran singkat mengenai isi ceritanya kepada para pembaca. Begitu pula dengan film, Judul suatu film, memiliki fungsi untuk merepresentasikan garis besar cerita kepada para penonton. Namun apakah semua judul film dapat merepresentasikan isi film? Tentu saja tidak, karena ada beberapa film yang menggunakan nama atau jenis binatang tertentu dalam judul filmnya. Hal inilah yang akan dibahas lebih lanjut dalam paper ini, keterkaitan antara judul film yang menggunakan nama binatang dengan isi atau jalan cerita, film-film yang akan menjadi bahan kajian adalah film 9 Naga (2006), Kambing Jantan (2009), Si Jago Merah (2008), The Butterfly (2007), Garuda didadaku (2009), Queen Bee (2009), dan Skandal Cinta Babi Ngepet (2008). Film-film jaman tahun 80an dan 90an yang berbau mitos, judul-judulnya berkisar tentang Ratu Buaya Putih, Titisan Dewi Ular, Siluman Kera, dan sebagainya, isi atau jalan ceritapun berkutat pada hal-hal itu saja, mitos dan percintaan. Dalam kasus ini misalnya, film yang berjudul Ratu Buaya Putih isi ceritanya tentang bagaimana tokoh utama, seorang siluman buaya, membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang dulu mencoba membunuhnya. Berbeda dengan film jaman 1980an dan 1990an, film-film sekarang ini, khususnya film yang salah satu unsur judulnya menggunakan binatang jenis tertentu, tidak selalu menghadirkan binatang yang digunakan untuk judul dalam penceritaan film.
Garuda di Dadaku
Garuda di Dadaku merupakan film Indonesia yang dirilis pada 2009 yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Film ini dibintangi antara lain oleh Emir Mahira, Aldo Tansani, Marsha Aruan, Ikranegara, Maudy Koesnaedy, Ari Sihasale, dan Ramzi.
Bayu (Emir Mahira) seorang anak laki-laki berumur 12 tahun punya hobi bermain bola. Tidak ada yang salah dengan hal itu, namun kakek si Bayu ini (Ikranegara) merasa bahwa bermain bola adalah hal yang sia-sia, padahal  Ayah Bayu sendiri adalah mantan pemain sepak bola sebelum meninggal dunia. Kakeknya menganggap bermain bola hanya akan berujung pada masalah, dan menurutnya pula seseorang sama sekali tidak bisa dibilang menjadi orang sukses dengan bermodalkan suka pada sepakbola. Ujung-ujungnya, kakek menghujani Bayu dengan les lukis, les musik, dan les-les lain yang dilakoni Bayu hanya untuk menyenangkan kakeknya. Heri, sahabat Bayu penggila bola, sangat yakin akan kemampuan dan bakat Bayu.  Sayangnya Heri memiliki keterbatasan fisik, sehingga ia tidak dapat secara langsung bermain sepak bola, tapi ia sangat jago dalam taktik permainan. Dialah motivator dan “pelatih” cerdas yang meyakinkan Bayu agar mau ikut seleksi untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional dan dan mengenakan seragam tim-nas dengan lambang garuda di dada sebelah kiri.
Apakah makna Garuda? Garuda adalah burung mitos besar atau-seperti makhluk burung yang muncul di mitologi Hindu dan Budha. Dari perspektif India, Garuda adalah nama Hindu untuk konstelasi Aquila dan layang-layang dianggap representasi kontemporer Garuda. Garuda dipandang sebagai simbol kekuatan kekerasan, kecepatan, dan kecakapan bela diri. Indonesia mengadopsi gaya pendekatan yang lebih untuk Garuda penggambaran sebagai simbol nasional, di mana ia melukiskan satu elang (yang jauh lebih besar dari layang-layang), dan menggunakannya, Garuda Pancasila sebagai yang simbol nasional.
Kenapa Garuda di Dadaku? Garuda di dadaku disini tidak dalam arti yang sebenarnya, bukanlah burung garuda ada di atas dadaku atau garuda diletakkan didadaku. Namun, ini merupakan sebuah lambang dari kaos seragam tim-nas. Bayu memiliki impian menjadi pemain sepak bola yang handal. Dia ingin sekali lolos seleksi anggota tim-nas dan mengenakan seragam kebanggaan dunia persepakbolaan Indonesia ketika mengikuti pertandingan.
Film ini tidak menceritakan kehidupan seekor garuda namun tentang perjuangan seseorang yang ingin masuk ke tim-nas dan mengenakan seragam tim-nas dengan lambang garuda di dada sebelah kiri.

Skandal Cinta Babi Ngepet
Skandal Cinta Babi Ngepet merupakan sebuah film horor dewasa Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film yang disutradarai oleh KK Dheeraj  ini dibintangi antara lain oleh Ratu Felisha, Olga Syahputra, dan Ferry Fernandez.
Putri (Ratu Felisha), seorang remaja SMU yang diselamatkan oleh tukang ojek sepeda, Ridho (Ferry Fernandez) dalam sebuah kecelakaan. Putri yang angkuh dan sombong ternyata kemudian jatuh hati pada Ridho. Pernikahan pasangan muda ini kemudian berlangsung tanpa restu orang tua Putri karena Ridho hanyalah pemuda miskin. Namun kemiskinan dan kenyataan hidup yang sulit membawa keduanya dalam keputusasaan. Hingga pada satu saat, ada yang memberitahu mereka jalan singkat mendapatkan kekayaan, jalan yang kemudian mengharuskan Ridho menjadi babi ngepet, dan Putri menjadi penunggu lilin.
Apakah makna Babi Ngepet? Babi ngepet adalah makhluk dalam legenda masyarakat Indonesia yang bercerita tentang siluman babi. Beberapa mitos menceritakan tentang babi ngepet yang merupakan orang yang ingin kaya dengan cara mengambil pesugihan babi. Saat akan "beraksi", si tuan harus mengenakan jubah hitam untuk menutupi tubuhnya. Dan nanti, secara ajaib, si tuan akan berubah menjadi babi. Orang yang satu lagi harus menjaga lilin agar tidak goyang apinya. Apabila api lilin sudah mulai goyang, artinya orang yang menjadi babi itu mulai dalam bahaya. Tugas si penjaga lilin adalah mematikan lilinnya agar si babi dapat berubah kembali menjadi manusia biasa. Babi ngepet biasanya mengambil uang dengan cara menggesek-gesekkan tubuhnya di pintu lemari, dan lainnya.
Kenapa Skandal Cinta Babi Ngepet? Babi ngepet dalam film ini dihadirkan melalui tokoh utama, Ridho, yang berubah menjadi babi ketika sedang beraksi mencuri uang warga. Diceritakan bahwa demi cinta dan kebahagian duniawi, Ridho dan Putri rela menjadi pengikut siluman babi.
Berbeda dengan film yang lain, dimana binatang hanya sebagai sebuah perlambangan kiasan, film ini benar-benar menampilkan sosok binatang babi pada penceritaannya, yaitu pada saat si tokoh utama sedang beraksi mencuri uang di rumah warga. Namun walaupun begitu, film ini rasanya dipandang kurang menarik oleh masyarakat karena selain dari segi cerita yang dikatakan kurang berkualitas tapi film ini dianggap diluar akal sehat masyarakat jaman sekarang.
Kambing Jantan
Kambing Jantan merupakan film Indonesia yang dirilis pada 5 Maret 2009. Film ini dibintangi antara lain oleh Raditya Dika, Herfiza Novianti, Edric Tjandra, dan Sarah Safitri. Cerita film ini diangkat dari buku karya Raditya Dika dengan judul yang sama Kambing Jantan.
Selepas SMU, Dika (Raditya Dika) melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil gelar finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah perjalanan hidup Dika mencari jati diri. Ketika dia menjalani kuliah di Australia, problema timbul dengan Kebo (Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship(LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka menjadi berbeda. Problem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya). Waktu liburan kuliah dia ketemu Ine (Sarah Safitri), temen satu kelas waktu SD, di sebuah rumah makan di Jakarta. berkat saran dari Ine, kambing punya kepercayaan diri buat nulis (nyetak) blognya jadi sebuah buku. Hubungan kambing dan Ine bukan cuman sekedar teman biasa tapi sebelum kebo tahu, kambing keburu mengakhiri hubungannya sama Ine. Namun hubungan kambing ma kebo harus berakhir tragis bukan karena Dika ketahuan selingkuh tapi karena dia bersikeras tidak ingin pulang ke Indonesia untuk merayakan ulang tahun pacarnya hanya untuk menunjukkan kepeduliannya pada sang pacar.
Apakah makna Kambing Jantan? Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya (daerah "Bulan sabit yang subur" dan Turki) dan Eropa. Kambing liar jantan maupun betina memiliki tanduk sepasang, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Umumnya, kambing mempunyai jenggot, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar. Di alam aslinya, kambing hidup berkelompok 5 sampai 20 ekor. Dalam pengembaraannnya mencari makanan, kelompok kambing ini dipimpin oleh kambing betina yang paling tua, sementara kambing-kambing jantan berperan menjaga keamanan kawanan. Waktu aktif mencari makannya siang maupun malam hari. Makanan utamanya adalah rumput-rumputan dan dedaunan (www.wikipedia.com).
Kenapa Kambing Jantan? Panggilan Dika adalah kambing dan dia adalah laki-laki. Dan dalam film ini diceritakan dulunya ketika ibunya mau melahirkan Dika, ayahnya membawa ibunya ke dokter hewan dan diatas tempat tidur ada banyak bulu kambing, karena itu dia memanggil dirinya sendiri dengan sebutan kambing.
Film ini tidak menceritakan tentang kehidupan binatang kambing atau cerita bagaimana kambing jantan mencari kambing betina, namun kambing hanyalah sebuah nama panggilan pemeran utama pria.


9 Naga
            9Naga adalah sebuah film drama kriminal tahun 2006 dari Indonesia yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan dibintangi oleh Lukman Sardi, Fauzi Baadila, Donny Alamsyah, Marcel Antony, dan Ajeng Sardi.
          Marwan (Lukman Sardi), Donny (Donny Alamsyah), dan Leni (Fauzi Baadila), membereskan tubuh itu tanpa kata-kata; dibungkus, digulingkan, dan dihanyutkan ke sebuah sungai yang juga cuma memberikan saksi lewat riak malam. Dan malam berdarah itu biasanya mereka akhiri dengan mabuk sepanjang malam untuk mengusir rasa pahit itu. "Hidup ini sudah terlalu sempit untuk diisi dengan penyesalan," kata Marwan. Mereka membuang rasa iba dan membunuh untuk penghasilan sebagai pembunuh bayaran. Mereka kemudian menjalankan kehidupan sehari-hari seperti orang-orang normal di kampungnya. Marwan mencoba menjadi suami yang baik bagi Ajeng (Ajeng Sardi), seorang istri yang lumpuh dan bergerak di atas kursi roda akibat tertabrak angkot, dan ayah bagi si kecil Damar. Meski dia tak banyak kata, pergi pada malam hari dengan pistol di pinggang dan pulang pagi hari dengan mulut berbau alkohol dan segepok duit, sang istri tak banyak bertanya dan penuh maaf dia meladeni suaminya yang menurut dia sudah pasti bukan polisi, meski bekerja dengan sepucuk pistol. Donny penuh dengan cita-cita mendirikan perusahaan sablon dengan adiknya, mundur-maju menyampaikan keinginannya pada si bos untuk cuti karena perlahan dia ingin sekali meninggalkan dunia hitam itu. Sedangkan Leni hanya hidup bergantung pada kata-kata Marwan. Tiba-tiba terjadi suatu peristiwa yang membuat mereka merasa muak karena pilihan hidup mereka selama itu. Pada suatu malam ketika mereka sedang beroperasi membunuh target selanjutnya, Marwan secara tidak sengaja membunuh sahabatnya sendiri, Donny, karena Marwan mengira yang datang adalah polisi, bukannya Donny. Setelah Donny meninggal, mereka sadar telah melakukan kesalahan dalam hidupnya dan berusaha untuk bertobat dan memperbaiki kesalahannya.
Apakah makna naga? Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap. Kaum naga dikenal memiliki banyak energi positif dan rejeki yang berlimpah dibandingkan mahluk lainnya.
Naga versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan. Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu dihormati. Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya memebesar, ia bangun dan terbang menuju surga. Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup diantara keduanya. Sedangkan naga di dunia Barat digambarkan sebagai kadal besar dengan 2 tangan dan 2 kaki yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan lidah-lidah api dan digambarkan memiliki gua bawah tanah. Naga seperti ini adalah naga yang terlihat dalam film Harry Potter and The Goblet of Fire. Naga ini selalu digambarkan memangsa manusia.
Kenapa 9 Naga? Dalam film ini tidak ada tokoh bernama naga ataupun sosok naga yang berjumlah 9 ekor. 9 naga adalah sebuah cerita komik favorit Donny dan adiknya. Ketika Donny, Lenny dan Marwan sedang mengobrol, Donny mengatakan bahwa dia dan adiknya ingin membuka usaha sablon kaos dengan desain naga. Lalu dia menceritakan tentang komik favoritnya tersebut, kisah 9 naga --pada zaman dahulu, naga adalah makhluk terkuat di bumi karena itu mereka jadi sombong dan jahat. Karena kesombongan dan kejahatannya, manusia mulai memburu mereka dan membunuhnya satu persatu dan akhirnya hanya tersisa 9 naga di bumi. Selain itu, ada pula bagian dimana Marwan menyebutkan kepada adik Donny bahwa dia adalah seorang naga yang jahat seperti dalam cerita komik, karena dialah yang menyebabkan kematian Donny.
Di dalam film ini tidak menceritakan tentang kehidupan seeokor naga ataupun sebuah naga sebagai pemeran dalam film. Naga hanyalah sebuah perumpamaan untuk si tokoh utama, Marwan, karena menurut dirinya sendiri dia adalah orang yang jahat yang membunuh sahabat sekaligus orang yang sudah dianggap saudaranya sendiri.
Queen Bee
Queen Bee merupakan film drama remaja tahun 2009 yang diadopsi dari sebuah cerpen karya Fajar Nugroho. Film ini dibintangi antara lain oleh Tika Putri, Oka Antara, Reza Rahadian, Mathias Muchus, dan Jajang C. Noer. Queen Bee juga adalah sebuah komersial dan kritikal sukses, telah ditonton oleh lebih dari 2,6 juta penonton di Indonesia. Film ini juga berhasil mendapatkan 11 nominasi dalam penghargaan independent, memenangkan 9 diantaranya, antara lain Best Picture, Best Director (untuk Fajar Nugros), Best Actress (untuk Tika Putri), Best Supporting Actor (untuk Oka Antara), Best Supporting Actress (untuk Sarah Sechan), Best New Actress (untuk Marsha Natika), Best Original Screenplay, Best Original Score, dan Best Original Song. Dua nominasi lain yang tidak dimenangkan adalah Best Actor untuk Mathias Muchus dan Best Film Editing. Queen Bee juga mengambil alih posisi Lewat tengah Malam (dengan 7) sebagai film dengan penghargaan terbanyak dengan 9 (www.wikipedia.com).
Queenita Siregar (Tika Putri), gadis 17 tahun yang smart, stylish dan independent, dan ditinggal mati ibunya di usia lima tahun kehilangan sosok ibu sekaligus ayah karena Rachmat Siregar (Mathias muchus), sibuk dengan kegiatan politiknya. Tepat saat perayaan ulangtahun ke 17 putrinya, Rachmat Siregar dikisahkan lolos di pemilihan calon presiden putaran pertama dan harus berjuang untuk lolos di putaran kedua. Janji makan malam untuk merayakannya ultah putrinya pun buyar. Hidupnya berjalan biasa seperti remaja kebanyakan, hingga ketika hidupnya berubah menjadi lebih rumit, saat ayahnya Rachmat Siregar, terpilih sebagai salah satu calon presiden. Keberadaan aparat pengamanan khusus sesuai protokoler pengawalan keluarga calon presiden semakin membuat hidup Queen terkekang. Ditambah lagi dengan ketidaksukaan Queen pada salah satu aparat baru (Oka Antara) yang mempersulit hubungan Queen dengan pemuda yang disukainya (Reza Rahardian). Padahal keinginan Queen sebenarnya sederhana. Ia hanya ingin Ayahnya memperlakukannya sebagai seorang gadis yang sudah cukup dewasa untuk menentukan sikap. Sementara Ayahnya masih menganggap Queen seorang gadis kecil yang belum bisa cukup dipercaya, sehingga ia merasa Queen cukup diberikan fasilitas-fasilitas yang mewah. Hingga pada akhirnya Queen terlibat dalam masalah yang serius dan hampir membuatnya kehilangan nyawa.
Apakah makna bee ‘lebah’? Lebah adalah serangga yang mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari malam yang terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya, mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.
Kenapa Queen Bee? Queen adalah nama dari pemeran tokoh utama wanita. Sedangkan Queen bee adalah kode panggilan Queen dari aparat pengamanan khusus yang menjaganya.
Dalam film ini pun tidak menceritakan tentang kehidupan ratu lebah yang memiliki kerajaan lebah atau muncul lebah-lebah dalam jalan ceritanya. Queen bee hanyalah sebagai kode untuk menyebut nama Queen diantara pengawal-pengawalnya.
The Butterfly
The Butterfly merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradarai oleh Nayato Fio Nuola ini dibintangi antara lain oleh Andhika Pratama, Debby Kristy, dan Poppy Sovia.
Film ini berkisah tentang sebuah perjalanan tiga orang sahabat yaitu Vano (Andhika Pratama), Tia (Poppy Sovia), dan Dessy (Debby Kristy) dalam pencarian jati diri dan mencari makna kehidupan bagi mereka. Persahabatan mereka diawali dengan pertemuan yang tidak disengaja di saat awal masuk kuliah. Walaupun mereka memiliki karakter yang sangat jauh berbeda satu sama lain, tapi itu semua tidak menghalangi persahabatan mereka. Tia, anak tunggal yang tomboy. Walaupun ayahnya sudah meninggal 5 tahun yang lalu tapi dia tidak menginginkan ibunya memiliki pasangan lagi. Dessy, yang datang dari keluarga kurang harmonis, sudah lama mengidap penyakit leukemia. Sikap Tia yang terlalu sayang dan protektif terhadap dirinya, membuat Dessy memiliki perasaan khusus kepadanya. Permasalahan mulai timbul saat Vano jatuh hati pada Dessy. Sedangkan, Dessy tahu Tia sangat menyukai Vano. Akhirnya Dessy dan Tia sepakat hanya menjadikan Vano sebagai sahabat. Pada ulang tahunnya yang ke-20, Dessy merencanakan sebuah perjalanan panjang bersama Tia dan Vano. Tia dan Vano langsung menyetujuinya. Mereka berharap perjalanan ini akan menjadi hiburan bagi Desi yang tertekan akibat konflik di keluarganya yang semakin memburuk. Di tengah-tengah perjalanan, Dessy sakit, penyakit yang selama ini dideritanya menjadi semakin parah. Tia dan Vano memutuskan untuk kembali ke Jakarta, tapi Desi menolak dan tetap ingin melanjutkan perjalanan. Di sinilah muncul konflik-konflik hati yang membuat mereka bertiga belajar tentang hidup, persahabatan dan cinta dalam suka dan duka.
Apakak makna Butterfly ‘kupu-kupu’? Kupu-kupu merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau 'serangga bersayap sisik' (lepis, sisik dan pteron, sayap). Semua jenis kupu-kupu melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong, dan akhirnya bermetamorfosa menjadi kupu-kupu.
Ketika masih menjadi ulat, mungkin saja membuat kulit kita pernah gatal. Tapi kupu-kupu ‘membalasnya’ dengan memberi keindahan komposisi warna pada sayap-sayapnya yang indah. Ulat menjadi kupu-kupu merupakan hubungan yang saling melengkapi. Ulat belum disebut “sukses” ketika gagal menjadi kupu-kupu. Sementara kupu-kupu tak bisa langsung menjelma dengan segala keapikannya, tanpa menjadi ulat sebelumnya. Kita dapat belajar makna kehidupan melalui kupu-kupu.
Kenapa The Butterfly? Butterfly ‘kupu-kupu’ adalah pengibaratan Vano untuk kedua sahabatnya, Dessuy dan Tia, karena bagi Vano mereka adalah orang yang spesial seperti kupu-kupu. Dalam penceritaannya pun, kupu-kupu digambarkan sebagai binatang piaraan kesayangan Dessy. Dessy selalu membawa kupu-kupu itu kemanapun dia pergi. Dan pada akhirnya kupu-kupu itu mati ketika Dessy meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.
Film ini sedikit berbeda dengan film-film lainnya. Bedanya adalah kupu-kupu selain sebagai simbol dari kedua pemeran wanita, Dessy dan Tia, juga dihadirkan binatang yang sebenarnya dengan cara menjadi binatang peliharaan Dessy yang selalu dibawanya.
Si Jago Merah
Si Jago Merah merupakan film Indonesia yang dirilis pada tanggal Jumat, 26 September 2008. Film ini dibintangi antara lain oleh Ringgo Agus Rahman, Desta CLub 80's, Ytonk 80's, Judika, Poppy Sovia, Tika Putri, dan Sarah Sechan.
Gito Prawoto (Desta Club 80’s), Dede Rifai (Ringgo Agus Rahman), Kuncoro Prasetyo (Ytonk Club 80’s), dan Rojak Panggabean (Judika) terancam dikeluarkan gara-gara menunggak uang kuliah selama 4 semester berturut-turut, orang tua mereka ternyata sudah tidak bisa lagi membiayai kuliah. Pihak Kampus memberikan kelonggaran agar mereka bisa tetap kuliah, tapi tetap harus membayar minimal satu semester dalam waktu beberapa hari. Masing-masing mencari uang untuk melunasi biaya kulianya. Namun ternyata mereka tetap butuh biaya untuk hidup sehari-hari, apalagi sebagian dari mereka sebelumnya bergaya hidup ibu kota. Kuncoro memberikan solusi agar biaya operasional terjangkau dan mengajak mereka mencari rumah kontrakan dekat kampus, dan menjalani pola hidup sederhana. Solusi lainnya adalah kerja magang, tapi magang itu membuat mereka kelelahan. Jadwal kuliah menjadi berantakan. Gito mendapatkan ide untuk mencari part time job yang tidak melelahkan dan menyita banyak waktu yaitu sebagai petugas pemadam kebakaran. Setelah ikut pelatihan, mereka diterima kerja magang di Pemadam Kebakaran, sebagai Pasukan Cadangan dengan perlengkapan seadanya dan diberi tugas untuk merawat mobil pemadam kebakaran yang sudah tua, yang dikenal dengan sebutan Si Jago Merah. Dari sinilah mereka memulai perjalanan hidup yang sebenarnya melalui kisah-kisah yang tak terduga. Mahasiswa-mahasiswa ini akhirnya mendapatkan jati dirinya lewat sebuah tindakan heroik tanpa pamrih yang membuat mereka mendapat penghargaan dari Walikota (Rano Karno).
Apakah makna Jago Merah? Jago biasanya identik dengan ayam, ayam jago atau ayam jantan. Sedangkan merah merupakan jenis warna. Merah digunakan sebagai simbol bersalah, dosa dan kemarahan. Warna merah dikaitkan dengan nafsu, gairah, cinta, dan keindahan juga. Hubungan dengan cinta dan kecantikan kemungkinan berhubungan dengan penggunaan mawar merah sebagai lambang cinta,  simbol keberanian dan pengorbanan.
Kenapa Si Jago Merah? Si Jago Merah dalam film ini tdak menceritakan tentang kehidupan ayam jago berwarna merah ataupun seorang tokoh yang bernama jago merah, ataupun tokoh yang kuat dan berani sehingga disebut jago merah. Si Jago Merah adalah nama untuk mobil pemadam kebakaran. Si Jago Merah adalah kendaraan yang digunakan Gito, Dede, Kuncoro, dan Rojak ketika mereka sedang bertugas sebagai pemadam kebakaran.
Film inipun sama seperti film-film sebelumnya dimana Si Jago Merah tidaklah menceritakan tentang binatang berjenis ayam yang berwarna merah. Si Jago Merah hanyalah nama sebutan untuk kendaraan petugas pemadam kebakaran yang dikendarai oleh tokoh-tokoh dalam film. Apabila dikaitkan dengan makna yang sebenarnya, merah yaitu warna api, Si Jago Merah juga dapat diartikan sebagai sosok yang kuat (mampu atau jago) dalam memadamkan api.


Kesimpulan
Sebuah judul film dapat dikatakan sebagai salah satu faktor keberhasilan suatu film. Sebuah judul dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik perhatian dan mengundang minat para penonton. Judul karangannya yang menarik tetapi tidak norak, akan membuat penonton tertarik untuk melihat lebih lanjut tentang isi cerita. Namun terlepas dari semua itu, kesesuaian antara judul film dan jalan cerita merupakan sisi yang juga perlu diperhatikan. Judul adalah sebuah representasi dari jalan cerita.
Dari ketujuh film yang menjadi bahan kajian penulis, 6 film diantaranya, 9 Naga (2006), Kambing Jantan (2009), Si Jago Merah (2008), The Butterfly (2007), Garuda didadaku (2009), Queen Bee (2009), binatang yang dijadikan salah satu unsur dalam judul hanya dijadikan sebuah simbol atau ikon. Sedangkan yang 1 film lagi, Skandal Cinta Babi Ngepet (2008) , binatang yang disebutkan di dalam judul dijadikan salah satu kisah cerita dalam film tersebut. Kalau dibandingkan film-film jaman dulu dimana judul film merupakan inti cerita film yang lebih bersifat mitos, pada film-film jaman sekarang judul merupakan representasi garis besar cerita yang menceritakan realitas kehidupan masyarakat jaman sekarang. Jadi, tidak selamanya judul itu merepresentasikan isi film.


Minggu, 10 April 2011

cape jadi tong sampah...!!!

hmmm... kadang aku mikir, apa sih artinya aku di mata kamu? Dimana sih posisiku di hati kamu? Kapan sih aku muncul di dalam pikiranmu?
Kamu tau kenapa aku bisa mikir kaya' gitu?? Karena aku capek.. Aku capek jadi "tong sampah"mu..
Kamu selalu dateng ke aku untuk mengeluh.. Kamu selalu nyari aku waktu kamu sakit.. Kamu selalu ada ketika kamu lagi ada masalah..
TAPI kamu ga pernah sekalipun nyari aku waktu kamu bahagia.. Kamu ga pernah inget sama aku waktu kamu mendapatkan berita gembira..
Aku selalu mencoba ngasih jalan yang terbaik buat kamu, tapi ketika kamu ada di jaln yang baik itu, ga pernah sekalipun kamu menoleh untuk melihat apakah aku baik-baik saja, kamu ga pernah menoleh kebelakang walau hanya untuk sebuah senyuman..
Kamu ga pernah ada ketika aku lagi senang dan sedih, duka maupun cita, tapi aku selalu ada ketika kamu membutuhkanku.. Ironi ya???
Kamu selalu minta maaf, tapi kamu ga pernah berterima kasih..
Aku ga butuh ucapan terima kasih ataupun permintaan maaf dari kamu, yang aku butuhin cuma KAMU selalu ada buat aku..
That's it!! So simple, right? But You can't do it!!!

Kamis, 03 Maret 2011

KOLBUS = TRANS ????

Hari itu saya pulang ke kost naik angkutan umum atau teman-teman biasa menyebutnya "Kolbus" alias Kol Busuk karena bentuknya yang sudang sangat tua , usang dan jelek. kolbus yang saya tumpangi merupakan kendaraan terakhir yang menuju ke arah kostan, karena itu di tepi perempatan terpaksa kami harus menunggu sangat lama sampai kolbus yang saya tumpangi terisi oleh penumpang dan tidak ada kursi kosong yang tersisa. Saat sedang asyik melamun, tiba-tiba terdengar suara seorang penumpang laki-laki menelepon seseorang. Saya pikir yang ditelepon oleh laki-laki itu adalah pacarnya karena di awal pembicaraan laki-laki itu mengatakan, "Yank lagi apa?". Bukan bermaksud menguping atau mendengarkan pembicaraan orang tapi karena laki-laki tersebut duduk tepat dibelakang saya jadi terdengar segala pembicaraannya. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan, tapi saya merasa sedikit aneh dan geli ketika laki-laki itu berkata "Udah mandi? Mandi dulu sana, kalo mandi malem-malem ntar sakit hlo..", dengan nada sedikit manja menggoda sang pacar. Seketika itu saya menjadi penasaran dengan tampang laki-laki tersebut. saya menoleh ke arah blakang pura-pura mencari supir dan melihat apa yang dillakukannya padahal saya tahu betul kalau supir kolbus sedang berdiri sambil merokok di belakang kolbus. Wajah laki-laki itu tidak tampan, bahkan masuk kategori manis pun tidak. Laki-laki itu masih berbincang dengan sang kekasih. Di tengah-tengah pembicaraan mereka -mungkin sang kekasih menanyakan keberadaan pria itu- dengan entengnya laki-laki itu berkata, "Lagi di bus trans (dengan suara agak mengecil) mau pergi (dengan nada agak membesar)". Betapa terkejutnya saya dengan ucapan laki-laki tersebut. Rasanya saya ingin tertawa sekencang-kencangnya dan berkata "Hellloooowwww mas, sejak kapan kolbus berubah jadi trans????'